Tampilkan postingan dengan label Corat - Coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corat - Coret. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2022

Mercusuar dan Petromax

Izinkan saya menjelaskan singkat dua keberadaan sumber penerangan yang ada di sekitar kita, yang ternyata bisa menjadi penggambaran tentang bagaimana seseorang manusia memandang hidup dan kehidupannya. 

Mercusuar 

Pertama adalah mercusuar, satu sumber penerangan yang lazim ditemui di lepas pantai yang bercirikan sangat terang dalam menyorot tempat - tempat jauh.


Mercusuar ini sangat andal dalam menerangi tempat - tempat jauh. Dengan cahayanya yang terang dia memberi panduan kepada kapal - kapal yang sedang berlayar di lautan lepas. Dari kejauhan mercusuar ini akan terlihat terang sekali, menjadi penanda arah sekaligus pemantik harapan bagi mereka yang terombang - ambing di tengah gelombang lautan lepas.

Namun dia juga terdapat kelemahan, cahaya terangnya tak sanggup menerangi tempat - tempat yang dekat. Sekitar mercusuar itu tetaplah gelap, tak tersentuh cahaya, walau seterang apapun dia bersinar.


Petromax

Sumber cahaya berikutnya  adalah petromax, satu alat yang lazim ditemui di pemukiman kita yang bercirikan terang sekali dalam menerangi jarak dekat.
 



Alat ini menjadi andalan bagi banyak orang untuk menerangi sekeliling mereka. Alat ini juga sering dijumpai pada kegiatan perdagangan, dipasang di gerobak - gerobak sebagai sumber penerangan. Sangat praktis, sangat efektif mengusir kegelapan di jarak dekat.

Sebagaimana sebelumnya, alat ini juga memiliki kelemahan, jarak pandangnya terbatas, hanya mampu menerangi sekitar di jarak dekat. Dia tak sanggup menerangi tempat - tempat jauh, tak sanggup menjadi pemandu dari kejauhan.

Tipe Mercusuar dan Tipe Petromax

Kita dapat jumpai di sekitaran kita, jenis orang yang bercirikan mercusuar dan petromax. Cukup mudah mengenalinya, cukup familiar mencirikannya.

Tipe mercusuar adalah mereka yang sering berdialog berbicara dengan tema jauh, tema abstrak, tema yang melompati zaman, yang seringkali sangat tak familiar didengar dalam percakapan biasa. Biasanya mereka berciri idealis, sangat imajinatif, cenderung out of the box dan kalimatnya textbook. Tema pembicaraan tentang kebijakan, ekonomi makro, politik, sosial, ide dan gagasan, serta konsep abstraktif akan sangat memikat mereka.

Tipe petromax adalah kebalikannya, mereka suka berdialog dengan tema dekat, tema konkret, tema yang sedang hits, tema yang sangat populer di tengah kita. Biasanya mereka bertipikal realistis, sangat down to earth, cenderung mengikuti suasana dan kalimatnya umum dalam percakapan. Pembicaraan yang menarik minat mereka dapat seperti bagaimana mencari rumah yang terjangkau, model motor atau handphone apa yang bisa mereka beli, atau makanan apa yang lagi viral di media sosial.




Senin, 28 Juni 2021

Dwitunggal Komika Indonesia

Gue mau bahas tentang dunia komika nasional yang baru - baru ini gue ikutin. Di layar kaca kita udah sering lihat kompetisi komika yang digelar, sebut aja SUCA dan SUCI yang menelurkan banyak komika baru dan menarik.

Terlebih yang bisa kita lihat di kanal Youtube, dimana semua penampilan open mic komika itu bisa kita puter kapanpun kita mau.

Namun diantara mereka semua, terdapat dua komika yang menurut gue paling menonjol dari segi materi dan penyampaiannya. Dua komika ini secara kebetulan punya dua sisi yang sangat menarik buat dikomparasikan.

Dua komika ini adalah Pandji Pragiwaksono dan Cak Lontong.

Pemuda Muhammadiyah Nasihati Pandji Pragiwaksono yang Bandingkan FPI
Pandji Pragiwaksono

Cak Lontong: Melawak dengan Tidak Menyakiti | SWA.co.id
Cak Lontong

Mari kita lihat keunikannya.

Pandji Pragiwaksono

Komika satu ini terlihat sangat energik, muda dan berapi - api. Lawakannya pada saat open mic sangat terlihat geloranya, dan satu ciri khas yang sangat terlihat, komika ini sangat kuat pada sisi pengetahuan sosial. 

Saat menikmati open micnya, kita akan melihat dua sisi sekaligus, seorang komika dan seorang aktivis sosial. Kita akan disuguhi pengetahuan baru, kisah baru dan aktivitas baru yang terjadi atau yang sedang hits. Menariknya, kisah - kisah itu bukan kisah kaleng - kaleng.

Sebut saja kisah pelanggaran HAM, kisah legalisasi ganja, kisah regulasi prostitusi dan sederet kisah yang materinya sangat berbobot, cenderung sensitif dan sangat "berbahaya" untuk diucap di publik.

Namun komika ini tetap melaju dengan pedenya membawakan materi stand up semacam itu. Kecerdasannya sangat terlihat saat membawakan materi "superbahaya" itu. Dan ajaibnya, semua tersampaikan dengan lugas tanpa kehilangan sisi lucunya. Kita tetap bisa tertawa pecah sambil terhenyak dengan pengetahuan baru dari materi stand upnya.

Komika ini juga punya panggung sendiri dalam karirnya. Dia punya agenda stand up World Tour ke kota - kota besar di seluruh dunia. Disana dia tampil di atas panggung di hadapan ratusan penonton yang memadati pertunjukannya. Tiket masuknya sangat laris dan penontonnya penuh memadati dan tentu saja, tawa penonton pecah dan di saat bersamaan materi yang dalam dan sensitif tetap ter-deliver dengan sangat apik.

Cak Lontong

Berbeda dengan Pandji yang muda dan energik, komika satu ini terlihat senior dan tenang. Perawakannya yang tambun dan lucu juga jadi ciri khasnya saat tampil di panggung. 

Tak ada ekspresi energik atau gerakan cepat, namun kita akan disuguhi kalimat - kalimat yang pasti memutar balikkan alur berpikir orang kebanyakan. Ya, komika ini memang sangat menonjol dalam hal mempermainkan kata dan kalimat.

Tenang membawakan materi namun sangat kuat dalam hal penempatan kata dan kalimat hingga tiba - tiba kita tak sadar tawa sudah pecah. Tiba - tiba kita tertegun karena kalimat yang dibawakan adalah kalimat umum tapi dengan makna yang baru.

Cak Lontong memang tidak menawarkan pengetahuan panas atau gerakan bergelora, tapi dia menawarkan nada bicara yang kalem dan kedalaman kalimat yang tak pernah diduga sebelumnya. Orang mengistilahkannya dengan kemampuan silogisme.

Komika ini tidak punya panggung pribadi atau pertunjukan antarkota, tapi komika ini adalah langganan tamu istimewa di tempat - tempat besar. Sebut saja di kementerian, di kampus, di TNI, di asosiasi profesi hingga di salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia. Komika ini dengan sangat cerdas mampu membuat para tokoh nasional yang biasanya sangat serius menjadi tertawa pecah dengan olahan materi lawakan silogismenya.

Dwitunggal Komika Indonesia 

Kedua komika itu adalah dua pertunjukan yang paling sering gue saksikan baik di televisi maupun di Youtube. Keduanya punya kecerdasan sangat jauh di atas rata - rata namun di saat bersamaaan punya ciri khas yang sangat berbeda satu sama lain.

Yang satu ahli panggung, yang satu tamu istimewa, yang satu ahli isu sosial, yang satu ahli teknik silogisme, yang satu relatif muda, yang satu lebih senior, dan yang pasti mampu melucu hingga pecah dan menghentak alam pikiran secara bersamaan. 

Menurut gue, kedua komika ini adalah komika terbaik dan tercerdas yang dimiliki Indonesia saat ini, dan mungkin juga cocok untuk disematkan gelar dwitunggal komika Indonesia.

 

 



 

  



 

 



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




 

 

Minggu, 30 Desember 2018

Perbedaan Unik dan Aneh

Dalam pada satu masa, keunikan dan keanehan dapat menjadi satu kemiripan yang jarang orang bisa membedakan. Keunikan dan keanehan merupakan satu kondisi perbedaan sesuatu dengan kelaziman umum. Keduanya dapat menjadi sosok sentral perhatian publik dikarenakan perbedaannya itu. Namun demikian terdapat satu asumsi atau persepsi umum yang membedakan antara unik dan aneh itu.

Keunikan nyaris selalu dimaknai positif sementara keanehan nyaris selalu dimaknai negatif.

Sekalimat itu sudah dapat memberi bayangan mengenai persepsi dan asumsi umum yang dianut khalayak luas terkait dengan pemaknaan keanehan dan keunikan. Penunjukkan unik dan aneh selalu mirip meskipun isi atau konten dari yang bersangkutan sangat berbeda. Biasanya konsekuensi dari persepsi ini adalah keunikan selalu disukai dan ditiru sementara keanehan selalu dibenci dan dihindari.

Rabu, 28 November 2018

Spontanitas dan Rutinitas


Tema spontanitas dan rutinitas kini menjadi topik perhatianku sekarang, dikarenakan keduanya sangat berkaitan erat dengan kegiatan yang kulakukan setiap hari. Bagiku, keduanya ibarat dua sisi mata uang, tak bisa dipisahkan.

Terasa oleh siapapun bahwa hidup dan kehidupan tidak bisa dilakukan hanya berdasar pada satu sisi saja, rutinitas tanpa spontanitas atau sebaliknya. Keduanya dibutuhkan dalam keseharian, keduanya wajib hadir dalam kegiatan.

Rutinitas menghadirkan konsistensi dan kebiasaan, sementara itu spontanitas melahirkan kejutan dan penyegaran. Keduanya menjadi penyempurna bagi masing - masing sisi, dan keduanya menjadi nadi yang menggerakkan kehidupan.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Ojek Pangkalan vs Ojek Online

Sebagaimana diulas dalam tulisan sebelumnya, negeri Indonesia adalah negeri dualisme yang saling bertolak belakang namun hidup berdampingan. Nyaris tidak ada negeri di dunia ini yang sepadan dengan Indonesia untuk tingkat dualismenya. Di luar sana, dualisme ini ada di dua tempat yang berbeda, entah itu lokasi, lembaga atau personal. Namun di Indonesia dua hal yang bersifat bertolak belakang ini  menyatu di satu tempat, satu lembaga dan satu negara.

Ojek, sebagai kendaraan dan angkutan informal yang biasa dijumpai di jalan ternyata juga tidak lepas dari dualisme ini. Negeri Indonesia memiliki dua jenis atau dua kubu ojek, pertama adalah ojek pangkalan dan kedua adalah ojek online.

Ojek pangkalan atau biasa disingkat opang adalah jenis tukang ojek yang selalu terlihat mangkal atau bermarkas di pinggir jalan, biasanya di ujung jalan. Sebagaimana predikatnya, semua tukang ojek ini mangkal atau bergerombol di satu tempat, biasanya berbentuk seperti pos kamling atau tenda rakitan untuk menunggu penumpang menghampiri. Sistem kerjanya adalah penumpang yang menghampiri si tukang ojek ini di tempat oangkalnya dan kemudian diantarkan ke lokasi tujuan. Jarak yang dijangkau oleh ojek pangkalan ini juga tidak terlalu jauh, biasanya hany sekitar komplek perumahan dan paling jauh hanya di lingkungan luar sekitar komplek itu. Hal ini menyebabkan beda perumahan beda pula ojek pangkalannya, bahkan ada yang beda gang beda ojek pangkalannya. Ojek pangkalan tidak mengenal perusahaan, mereka biasanya membentuk semacam paguyuban atau perkumpulan yang namanya diambil dari nama komplek lokasi markas mereka sebagai wadah mempersatukan kegiatan mereka. Oleh karenanya mereka tidak mengenal seragam identitas perusahaan dan kesehariannya biasa berpakaian bebas. Ojek yang bersifat tradisional dan amatir ini sudah ada lebih dahulu di Indonesia dan sudah sangat lama beroperasi di jalan.

 

Selanjutnya adalah ojek online atau biasa disebut ojol. Jenis ojek ini muncul belum lama di jalanan Indonesia, merupakan bentuk modern di luar ojek pangkalan. Ojek online ini sangat berbeda dengan ojek pangkalan dalam beroperasi. Ojek online menggunakan aplikasi yang terinstal di smartphone untuk melayani penumpang. Mereka juga memiliki mobilitas sangat tinggi, tidak mengenal pangkalan tetap dan memiliki jangkauan sangat jauh bahkan hingga antarkota. Mereka tidak bergantung pada lokasi perumahan dan pemukiman seperti ojek pangkalan. Perbedaan lain yang sangat mencolok adalah ojek online ini berada dalam naungan manajemen perusahaan khusus transportasi ojek dan memiliki seragam saat beroperasi berupa jaket dan helm sebagai identitas perusahaan yang menaunginya. Ojek online ini juga memiliki layanan lebih luas selain mengantar penumpang, yaitu sebagai pengantar barang, makanan dan lain sebagainya.


Kehadiran dua ojek dengan sifat berlawanan ini membuat persaingan di jalanan makin panas. Seringkali terdengar bentrokan besar antara ojek online dengan ojek pangkalan atau terjadi blokade lokasi dimana ojek online dilarang memasukinya. Hal ini disebabkan oleh benturan kepentingan. Ojek pangkalan merasa terancam karena penumpangnya banyak yang beralih ke ojek online dan dari pihak ojek online pun merasa terancam jika mereka harus menjemput atau mengantar penumpangnya ke kawasan pemukiman yang ada markas ojek pangkalannya. 


Perbedaan dua sisi yang berlawanan ini mengingatkan kita akan liga sepakbola era silam yang juga terbagi menjadi Perserikatan dan Galatama. Akankah nasib opang yang tradisional amatir dan ojol yang modern profesional akan dilebur seperti Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi Liga Indonesia ?








Kamis, 02 Agustus 2018

Kenapa Menulis Menjadi Kemampuan Tertinggi Berbahasa?

Kemampuan tertinggi berbahasa dijatuhkan kepada menulis. Kemampuan ini diakui sebagai kemampuan tertinggi dan paripurna diatas kemampuan berbicara, mendengar dan membaca. Banyak yang bertanya, atau terbersit dalam pikiran, kenapa bisa menulis menjadi kemampuan tertinggi berbahasa ?

Menulis adalah kegiatan yang sama sekali beda dengan kegiatan berbahasa lainnya. Kemampuan ini terdiri dari banyak hal atau aspek di dalamnya yang kompleksitasnya di atas kemampuan membaca, berbicara ataupun menyimak. 


Menulis adalah kemampuan mental berikut kemampuan teknikal, kemampuan ide dan kemampuan merangkai kata, kemampuan berpikir dan kemampuan menuangkannya dalam bentuk nyata terlihat oleh mata, dan kemampuan untuk stabil sekaligus kemampuan untuk dinamis memilih kalimat dan membuat alur.

Aspek - aspek itu yang membuat kemampuan menulis menempati posisi istimewa diatas segalanya dan menjadi pembeda yang nyata di banyak sisi kehidupan.

Zaman prasejarah dan zaman sejarah selalu dibedakan dengan peninggalan tertulis, jika ada artefak atau bentuk - bentuk tulisan maka era itu sudah masuk zaman sejarah, jika tidak ada temuan tulisan maka digolongkan zaman prasejarah. 

Pemimpin dunia dari berbagai zaman telah mengakui bahwa tulisan adalah senjata terampuh melebih bayonet atau senapan bahkan pedang, sebagaimana yang diakui Napoleon Bonaparte. Di antara mereka bahkan menjadi seorang penulis, sebagaimana Adolf Hitler menulis buku Mein Kampf. Para filsuf dan pemikir penggerak zaman adalah totally penulis, sebagaimana Karl Marx dengan Das Kapital dan Adam Smith dengan Wealth of Nation.


Dalam ajaran Islam, Allah SWT telah bersumpah atas nama pena di surat Al Qolam yang juga artinya adalah pena. Mukjizat terbesar umat Islam pun bukanlah membelah bulan atau membelah lautan atau tidak mempan terbakar api, tapi adalah tulisan di dalam Al Quran. Tegaknya agama ini juga ditopang oleh darah para syuhada dan tinta para ulama. Menulis juga adalah tradisi besar para ilmuwan dan ulama besar Islam era silam dan era kini. 

Betapa dahsyat dan besar kehebatan menulis ini, tak heran kiranya jika siapapun atau bangsa apapun yang menguasai kemampuan ini maka ia akan menguasai peradaban besar umat manusia.


Rabu, 01 Agustus 2018

Germany and Japan, Free State or Law State ?

Tulisan singkat, bahwa terdapat istilah negara bebas dan negara hukum di kehidupan bernegara kita sehari - hari. Negara bebas dengan pengertian bebas adalah negara yang membebaskan penduduknya untuk berbuat apapun sesuai dengan kecenderungan dan dorongannya, singkatnya adalah liberal. Sementara negara hukum dengan pengertian bebas adalah negara yang memilki seperangkat aturan ketat yang membatasi penduduknya dan memaksa penduduknya untuk tunduk patuh pada aturan itu.

Sepintas terlihat berlawanan antara negara bebas dan negara hukum, dan memang sejatinya sangat berlawanan. Membebaskan penduduknya seluas-luasnya dan membatasi penduduknya dengan aturan - aturan. Namun demikian, di Jerman dan Jepang keduanya bersatu padu, hidup berdampingan.


Jerman dan Jepang terkenal sebagai negara bebas. Kelompok transgender dan heteroseksual dapat dengan bebas berekspresi, bahkan termasuk kegiatan prostitusi dan pornografi hingga kegiatan pasangan bebas satu atap atau kumpul kebo. Minuman keras dan pergaulan bebas dengan mudah terjadi disana. Kebebasan di dua negara itu betul - betul ada di titik yang fantastis. 

Namun demikian, Jerman dan Jepang juga terkenal dengan budaya hukum yang tinggi. Tingkat kejahatan rendah, kedisiplinan mengagumkan dan keteraturan yang fantastis adalah pemandangan umum yang mudah dijumpai disana. Penduduknya memiliki kesadaran hukum tinggi hingga tercermin dalam lingkungan dan aktivitas hariannya.


Adalah sebuah keunikan bagaimana dua sifat berlawanan, negara bebas dan negara hukum, menyatu erat dalam satu negeri dan berdampingan dalam keseharian di negeri Jerman dan Jepang.


Jepang dan Jerman, Penguasa Lautan dan Penguasa Daratan

Dalam sejarah dunia, terutama sejarah peperangan, nama kedua negara ini tak bisa dihilangkan. Jepang dan Jerman adalah dua aktor utama dalam perang terbesar yang pernah dialami umat manusia, Perang Dunia II. Bersama Italia, Jerman dan Jepang merengsek menjadi predator yang memporakporandakan benua Asia dan Eropa serta samudera Pasifik dan Atlantik. Namun demikian, keduanya ternyata memiliki perbedaan amat mencolok dari sisi kondisi negerinya sendiri.


Jerman adalah negara kontinental yang terletak di tengah Benua Eropa dan minim akses ke lautan. Karenanya, doktrin militer yang dianut adalah doktrin kontinental yang menitikberatkan pada kekuatan angkatan darat dan angkatan udara. Hal ini amat terlihat dari reputasi tentara infanteri Jerman dan terlebih divisi tank - tank nya yang sukses menyapu penjuru benua Eropa baik barat ( Perancis dan sekitarnya ) maupun timur ( Uni Soviet dan sekitarnya ) pada awal - awal perang dunia kedua, padahal jumlah personel angkatan darat Jerman bersaing ketat dengan angkatan darat Soviet dan Perancis. Perpaduan sempurna angkatan darat dan angkatan udara Jerman membuat negeri ini sangat ditakuti kala itu.


Jepang, kebalikannya, adalah negara kepulauan yang terletak di tepi benua Asia dan samudera Pasifik yang memilki kontur tanah bergunung - gunung. Karenanya, doktrin militer yang dianut adalah doktrin kepulauan yang menitikberatkan pada kekuatan angkatan laut dan angkatan udara. Hal ini juga amat terlihat dari reputasi angkatan laut Jepang sebagai angkatan laut terkuat di dunia saat itu dengan 11 unit kapal induk dan ratusan destroyer. AL Jepang bersaing ketat dengan AL Inggris dan AL Amerika Serikat dalam superioritas kapal perang maupun teknologi persenjataan. Di awal - awal perang dunia kedua, AL Jepang sukses membungkam gerak maju AL AS dan AL Inggris dalam banyak pertempuran laut.


Angkatan laut Jerman "hanya" disuport oleh U Boat, mesin - mesin perang berupa kapal selam yang sukses menebar teror di samudera Atlantik, sementara angkatan darat Jepang "hanya" disupport oleh light tank atau tank - tank ringan yang sukses merajai daratan Asia Tenggara.

Kedua perbedaan itu nyatanya sukses membawa militer Jerman dan Jepang merajai dunia pada awal - awal perang. Militer Jerman sukses menyapu bersih daratan Eropa lewat angkatan daratnya sementara militer Jepang sukses menguasai Asia Tenggara yang dominan perairan lewat angkatan lautnya. AD Uni Soviet dan AL Amerika Serikat dibuat hancur lebur sebelum kemudian membalik keadaan. Ketiadaan sumber dayalah salah satu sebab utama yang membuat militer Jerman dan Jepang gagal memenangkan perang, sesuatu yang amat berkebalikan dengan militer Soviet dan AS yang amat melimpah sumber daya baik itu tenaga manusia maupun industri perang.

Senin, 30 Juli 2018

MRT Jakarta vs LRT Jabodebek, Sebuah Keunikan ?

Jakarta dan Jabodetabek kini tengah sibuk berbenah dalam hal transportasi. Kemacetan yang kian menghantui menjadi pendorong utama pemerintah Indonesia dalam menggeber revolusi angkutan massal. Kini yang menjadi perbincangan dan dapat dilihat langsung salah satunya adalah pembangunan lintasan LRT dan MRT.

Apa yang menjadi unik ?

Harus kita ketahui bahwa LRT dan MRT memiliki perbedaan salah satunya dalam hal kapasitas angkut. Berikut adalah gambar perbedaan keduanya. 



LRT yang memiliki daya angkut kecil lazim digunakan sebagai transportasi massal dalam kota, sementara MRT yang memiliki daya angkut besar lazim digunakan sebagai transportasi antar kota. Namun di Jabodetabek yang terjadi justru sebaliknya. 

LRT dijadikan transportasi massal antarkota, yaitu Kota Bekasi dan Kota Bogor menuju Jakarta, sementara itu MRT dijadikan transportasi massal dalam kota yang menghubungkan Jakarta Selatan dengan Jakarta Utara. Padahal jumlah penglaju atau komuter dari kota kota sekitar Jakarta sangat besar dan padat. 

Hal inilah yang menjadi keunikan dari Jabodetabek, sesuatu yang diluar kelaziman umum karena di kota - kota besar luar negeri moda MRT digunakan sebagai transportasi antarkota dan LRT digunakan sebagai transportasi dalam kota.

Kamis, 26 Juli 2018

Indonesia Rumah Bagi Dua Sifat Bertolak Belakang

Indonesia adalah negara yang unik, sangat unik. Indonesia adalah rumah bagi dua hal ekstrim yang saling bertolak belakang namun tetap eksis dan berdampingan. Berikut adalah hal - hal ekstrim yang paradoks, dialektis, kontradiktif, sangat berlawanan dari segi sifat namun tetap hidup berdampingan :

Geografis Indonesia

1. Indonesia terletak antara dua benua, yaitu Asia dan Australia

2. Indonesia terletak antara dua samudera, Pasifik dan Hindia

3. Indonesia memiliki dua jenis musim, hujan dan kemarau

4. Indonesia terletak di antara dua kebudayaan besar, kebudayaan Timur Asia dan Barat Australia

5. Indonesia terletak di antara dua sirkum pegunungan besar, sirkum Pasifik dan Mediterania


Historis Indonesia

1. Indonesia dipimpin oleh dua proklamator besar, Bung Karno dan Bung Hatta

2. Bung Karno dan Bung Hatta adalah dua kepribadian yang sangat bertolak belakang

3. Indonesia pernah mengalami demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin

4. Indonesia pernah dipimpin Presiden dan Perdana Menteri sekaligus

5. Indonesia pernah sangat dekat dengan Uni Soviet dan Amerika Serikat

6. Indonesia pernah jadi rebutan pengaruh Blok Timur dan Blok Barat

7. Sepakbola Indonesia pernah terbagi menjadi Perserikatan dan Galatama

8. Perserikatan dan Galatama adalah dua liga inti yang sangat bertolak belakang

9. Bendera Indonesia hanya dua warna, merah dan putih


Sosiobudaya Indonesia

1. Indonesia adalah tempat dari Candi Buddha dan Candi Hindu besar, Borobudur dan Prambanan

2. Indonesia adalah tempat dari dua kerajaan besar, Sriwijaya dan Majapahit

3. Indonesia adalah tempat dari dua wangsa besar, Wangsa Sanjaya dan Wangsa Syailendra

4. Indonesia adalah tempat dari dua organisasi Islam besar, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah

5. Indonesia adalah tempat dari dua suku bangsa terbesar, Suku Jawa dan Suku Sunda

6. Indonesia adalah tempat dari dua aliran Kristen besar, Katolik dan Protestan

7. Indonesia adalah tempat dari dua kebudayaan besar, agraris dan maritim

8. Indonesia adalah tempat dimana hukum adat dan hukum Islam berdampingan

9. Indonesia juga tempat dimana civil law dan common law berdampingan


Pemerintahan Indonesia

1. Indonesia adalah negara kesatuan yang otonomi daerahnya sangat mirip negara federal

2. Indonesia menganut sistem presidensial yang sangat berarorma sistem parlementer

3. Parlemen Indonesia adalah bikameral yang teknisnya sangat unikameral


Ekonomi Indonesia

1. Indonesia adalah negara koperasi yang dibanjiri korporasi

2. Ekonomi Indonesia sangat kapitalis dan disaat yang bersamaan juga sangat sosialis

3. Petani dan Nelayan Indonesia adalah objek yang sering menjadi sorotan

4. Pegunungan Indonesia sangat subur, sementara Laut Indonesia sangat kaya

5. Pemerintahan desa mulai mendapat perhatian sejajar dengan pemerintahan kota


Masing - masing dua hal tersebut memiliki sifat saling bertolak belakang dan cenderung tarik menarik ke arah yang berlawanan. Namun ajaibnya di negeri Indonesia keduanya dapat berjalan berdampingan. Itulah yang membuat dunia internasional terkagum - kagum oleh Indonesia karena jika hal tersebut ada di negara lain maka yang terjadi adalah konflik berkepanjangan.