Tampilkan postingan dengan label Public Transportation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Public Transportation. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2022

Angkot, Kemandirian dan Energi Enterpreneurship

Tulisan ini dicoba untuk berbentuk singkat namun padat, membahas tentang keberadaan transportasi massal kita yang bernama angkot. 

Di seluruh penjuru Indonesia, angkutan kota atau angkot adalah fenomena. Mereka hadir di tengah kita, berwujud kecil - kecil, dan berseliweran di jalanan kota. Berwarna - warni pula.



Angkot itu muncul dengan metode bottom up, diawali oleh pergerakan dari rakyat setempat, bermodal mobil kecil, lalu mulai menjalar ke penjuru jalanan kota.

Mereka tidak dimulai dengan modal besar, ataupun dengan metode top down yang biasa dilakukan oleh perusahaan yang digerakkan oleh pemodal besar. 



Mereka bergerak dengan hukum koperasi, hukum bottom up, dimana asal muasalnya dari mereka, oleh mereka, dan untuk mereka.

Orang per orang, memiliki mobil kecil, dan mulai narik, berseliweran di jalan - jalan mengambil penumpang, mengandalkan sistem setoran.

Mereka seringkali beroperasi seperti itu, tanpa badan hukum, hanya orang per orang, tanpa sistem, tanpa manajemen.

Nyaris random, tanpa pola, yang ujung pangkalnya adalah semrawut, suka - suka gue, suka - suka yang punya angkot, seperti moody nya orang manusia.


Padahal sejatinya, fenomena angkot adalah fenomena kemandirian, fenomena berdiri di atas kaki sendiri, fenomena enterpreneur, dari rakyat lokal yang berupaya menghadirkan solusi bagi perekonomian keluarga dan juga kebutuhan transportasi umum.

Bayangkan saja, rakyat orang per orang itu, dengan modal mereka sendiri, tanpa disuruh tanpa dikomando, bergerak mencari solusi, mencari rezeki, dengan tenaga sendiri, dengan energi sendiri, tanpa takut untuk melangkah, tanpa takut untuk memulai.



Tapi sangat disayangkan, energi kemandirian itu, energi enterpreneur itu hanya sebatas energi, nyaris tidak dibarengi dengan bagaimana cara mengelolanya dengan manajemen modern, dengan pengaturan yang sistematis.

Alangkah hebatnya, alangkah besarnya jika luapan dan ruahan energi besar itu, disatukan juga dibekali oleh kemampuan manajerial yang mumpuni, dengan kemampuan organisasi yang profesional. Energi kolektif itu, energi komunal itu dihimpun dengan cara yang benar, tidak dibiarkan semrawut, tidak dibiarkan terlantar persis anak tiri.

Mungkin jika itu terjadi, angkot - angkot kita sudah menjelma menjadi badan usaha besar, organisasi mapan, yang cakupannya sangat luas, kapitalisasinya sangat besar, bahkan tidak mustahil menembus dunia internasional.

Gambar dari berbagai sumber.








Rabu, 08 Juni 2016

Kereta Angin - Aeromovel - Titihan Samirono

Jika teman - teman pernah berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah atau TMII, maka teman - teman akan menjumpai kereta layang yang terdiri dari dua gerbong. Itulah contoh dari kereta angin atau aeromovel.


Kereta Angin TMII


Kereta Angin TMII


Kereta jenis itulah yang direncanakan akan menjadi alat transportasi massal di Kota Bekasi, Jawa Barat. Pemerintah Kota Bekasi bekerjasama dengan konsorsium PT. Aeromovel Indonesia berencana menjadikan transportasi massal ini sebagai pemecah kemacetan di jalanan protokol kota.

Rencana Rute Kereta Angin Bekasi
Menurut situs wikipedia, kereta angin atau Aeromovel atau Titihan Samirono adalah kereta yang berjalan dengan tenaga angin. Jenis kereta ini sudah dipergunakan sebagai moda transportasi massal di kota Porto Alegre, Brasil. Kereta ini dipilih karena biaya investasi yang diperlukan lebih kecil dibanding membuat LRT, KRL ataupun subway.

Lalu apa beda Aeromovel dengan LRT, KRL dan Monorel ?

Kalau menurut mimin, bedanya ada di tenaga penggerak dan lintasan kereta. LRT, KRL dan Monorel digerakkan oleh tenaga listrik. Namun Aeromovel digerakkan oleh tenaga angin. Lintasan Aeromovel, LRT dan KRL nyaris sama yaitu menggunakan rel ganda, sedangkan Monorel menggunakan rel tunggal. ( silahkan kunjungi Mengenal MRT )
Aeromovel Brasil

Aeromovel Brasil


Direncanakan saat pengaplikasiannya di kota Bekasi, kereta angin ini akan terintegrasi dengan LRT Jabodetabek dan KRL Commuter Line. Semoga lancar ya ... :)


Senin, 06 Juni 2016

Rute Bus Feeder Transjakarta

Selain Transjabodetabek, PT. Transjakarta juga meluncurkan layanan bus pengumpan atau bus feeder yang melayani interkoneksi angkutan umum antara KRL Commuter Line dan Bus Transjakarta.

Bus pengumpan ini telah beroperasi di sejumlah stasiun antara lain stasiun Tebet dan Palmerah. Disana bus ini berfungsi mempermudah penumpang yang ingin tersambung dengan halte transjakarta. Biasanya bus yang disediakan berukuran medium seperti ukuran bus kopaja.

Bus Feeder Transjakarta
Hanya berhenti di halte bertanda khusus


Berikut peta rute dari bus pengumpan ini. Kalo ada peta rute baru nanti mimin update :)


Rute Baru Bus Transjabodetabek

Kini, moda transportasi yang murah dan nyaman antara Jakarta dan kota sekitarnya dapat dilakukan tidak hanya dengan KRL Commuter Line.

Setelah bus bantuan Kementerian Perhubungan datang, PT. Transportasi Jakarta mulai membuka rute - rute baru untuk menghubungan Jakarta dengan kota - kota sekitaran seperti Bekasi, Depok Tangerang dan Bogor.

Bus Transjabodetabek

Bus Transjabodetabek


Rute - rute ini dilayani oleh salah satu operator yang bernaung dibawah manajemen PT. Transjakarta yaitu Perum PPD sebagai bus Transjabodetabek dengan tarif hanya sebesar Rp.3500. Bus - bus ini terintegrasi dengan jalur busway sehingga penumpang dapat langsung berpindah ke bus Transjakarta dengan mudah. Bus - bus ini juga hanya berhenti di halte reguler yang bertanda khusus, sehingga tidak bisa menaikkan penumpang sembarangan seperti bus kebanyakan.

Rambu Bus Stop untuk tempat pemberhentian Bus Transjabodetabek
Berikut adalah beberapa rute - rute bus Transjabodetabek yang telah tersedia, nanti bakal mimin update lagi klo ada yang baru :)




Minggu, 05 Juni 2016

Mengenal KRL a.k.a Kereta Rel Listrik

Pernah melihat kereta tanpa lokomotif yang berjalan dengan antena yang menempel dengan kabel  di atapnya ?



Ya, itulah KRL atau Kereta Rel Listrik. Masyarakat Jakarta dan sekitarnya mengenalnya dengan nama KRL Commuter Line, sebuah sistem kereta komuter yang digerakkan oleh tenaga listrik yang menjangkau daerah - daerah sub urban hingga masuk ke pusat kota Jakarta.

Kereta ini amat populer dan menjadi primadona transportasi warga Jabodetabek dikarenakan nyaman, cepat dan murah.

Sistem AC dan bebas dari pedagang asongan dan pengemis membuat penumpang merasa nyaman. Terlebih kini ada sejumlah petugas keamanan yang berpatroli di dalam KRL selama perjalanan dan petugas kebersihan yang seringkali terlihat sedang meyapu dan mengepel lantai KRL dan  di setiap perjalanan. Begitu pula di stasiun, pedagang asongan serta pengemis yang dahulu menyemut kini sirna, berganti pemandangan bersih dan steril khusus untuk penumpang kereta.


Stasiun steril dan menggunakan gerbang tiket elektronik

Tarif kereta komuter ini sangat terjangkau. Sistem pembayarannya menggunakan kartu dan tiket elektronik yang ditempel di mesin gerbang tiket menggunakan teknologi informasi, bukan lagi sistem tiket kertas yang sarat dengan kebocoran dan kecurangan. Untuk jarak dari stasiun Bekasi ke stasiun Jakarta Kota, penumpang hanya dikenakan tarif asli sebesar dua ribu rupiah dengan tarif jaminan sebesar sepuluh ribu rupiah yang dapat ditukarkan kembali menjadi uang cash di loket stasiun tujuan.




Perhitungan tarifnya menggunakan sistem tarif progresif, dimana penumpang dikenakan biaya dua ribu rupiah untuk dua puluh lima kilometer pertama. Kemudian setiap sepuluh kilometer berikutnya penumpang dikenai biaya tambahan sebesar lima ratus rupiah. Sistem tarif progresif ini memungkinkan penumpang membayar biaya lebih murah untuk jarak - jarak dekat.

Penumpang diberi pilihan dua jenis kartu saat ingin menggunakan kereta ini, kartu multi trip atau KMT dan tiket harian berjaminan atau THB. Kartu multi trip adalah kartu langganan kereta yang memilik sejumlah saldo dan dapat diisi ulang di loket - loket stasiun, sementara itu THB adalah tiket harian yang hanya dapat digunakan untuk satu kali perjalanan, jadi jika penumpang ingin melakukan perjalanan tambahan, ia harus membeli tiket tersebut sesuai tarif stasiun tujuan.

Tiket Harian Berjaminan
Kartu Multi Trip
Moda angkutan ini juga bebas dari macet, karena memiliki lintasan sendiri. Lintasan rel ini menjangkau hingga pusat kota suburban di sekitar Jakarta, seperti Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, Serpong hingga jarak terjauh yaitu Maja dan Nambo. Lintasan baru segera hadir di daerah Cikarang Kabupaten Bekasi, yang berpotensi menghubungkan pusat industri di daerah Cikarang dengan pusat bisnis di pusat kota Jakarta.

Oleh karena kelebihan - kelebihan itu, kini KRL Commuter Line selalu ramai oleh para penumpang dari berbagai kalangan. Stasiun pun kini telah dilengkapi oleh lahan parkir yang selalu penuh terisi kala hari - hari kerja. Masyakarat lebih memilih naik kereta daripada harus berjibaku melawan kemacetan di jalan yang makin menggila. KRL kini menjelma menjadi moda angkutan massal primadona masyarakat untuk beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya.

Sabtu, 02 November 2013

LRT a.k.a Light Rail Transit a.k.a Kereta Ringan

Kali ini saya mau posting tentang jenis MRT yang bernama Light Rail Transit alias trem alias kereta ringan. Pasti pernah dengar tentang trem, jenis kereta yang beroperasi di tengah jalan raya. Ya, itu namanya light rail transit alias kereta api ringan.

Menurut sumber wikipedia, kereta api ringan adalah salah satu sistem kereta api penumpang yang beroperasi dikawasan perkotaan yang konstruksinya ringan dan bisa berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus, disebut juga tram.

Kereta api ringan banyak digunakan diberbagai negara di Eropa dan telah mengalami modernisasi, antara lain dengan otomatisasi, sehingga dapat dioperasikan tanpa masinis, bisa beroperasi pada lintasan khusus, penggunaan lantai yang rendah (sekitar 30 cm) yang disebut sebagai Low floor LRT untuk mempermudah naik turun penumpang.

Kereta Ringan


Kereta Ringan

Dahulu di kota Jakarta dan Surabaya juga pernah beroperasi light rail transit sejenis trem, namun karena sering mogok dan dianggap mengganggu lalu lintas, maka kemudian oleh pemerintah saat itu trem pun dihapuskan.

Kini, kota - kota besar di Indonesia mulai membangkitkan kembali moda transportasi ini. Program pembangunan jaringan kereta api perkotaan berjenis kereta ringan ini dilakukan di mana - mana. DKI Jakarta, Jabodetabek, Palembang dan Bandung Raya adalah beberapa kota yang telah memprogramkan membangun alat transportasi ini. 

Hampir semua desain kereta ringan ini menggunakan jalan layang agar tidak bersinggungan dengan lalu lintas jalan raya. Ditargetkan tahun 2019 -2020 semua rute LRT ini telah siap dioperasikan.


DKI Jakarta



Jabodetabek




Bandung Raya




Palembang




Jumat, 01 November 2013

BRT a.k.a Bus Rapid Transit a.k.a Busway

Pernah lihat busway Transjakarta yang lalu lalang di jalur khusus di tengah jalan ? Itulah contoh moda transportasi massal bernama Bus Rapid Transit atau warga Jakarta lebih kenal dengan sebutan Busway. Sebenarnya istilah busway hanya merujuk kepada jalur yang dilalui bus rapis transit tersebut yang memiliki jalur sendiri, terpisah dengan jalur kendaraan lain.

Apa itu bus rapid transit ? Menurut situs wikipedia, Bus Rapid Transit atau disingkat BRT adalah sebuah sistem bus yang cepat, nyaman, aman dan tepat waktu dari infrastruktur, kendaraan dan jadwal.

Bus Transjakarta pertama dioperasikan pada tahun 2004 dan merupakan sistem bus rapid pertama di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Memiliki dua belas koridor dan panjang jalur mencapai 208 km menjadikan bus Transjakarta sebagai bus rapid dengan jalur terpanjang di dunia. Pengelolaan Bus Transjakarta dilakukan oleh PT. Transportasi Jakarta, sebuah BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bergerak di layanan transportasi. Kini pemerintah DKI Jakarta tengah membangun koridor baru dengan desain melayang untuk melayani rute Ciledug - Blok M.

Bus Transjakarta 
                                                                               
Bus Transjakarta

Fenomena Bus Rapid Transit di Jakarta ini diilhami oleh Bus Transmilenio, satu sistem bus rapid yang ada di kota Bogota, Kolombia. Melihat keberadaan sistem bus ini disana yang ampuh mengatasi kemacetan membuat Jakarta juga ingin menerapkannya. Selain di Bogota, jenis sistem bus ini juga ada di Guangzhou China serta banyak kota - kota besar lainnnya.  Bus Transmillenio adalah sistem bus rapid yang banyak dicontoh negara - negara lain di dunia.

Bus Transmilenio, Bogota

Bus Transmilenio, Bogota

Banyak negara memilih membangun sistem bus rapid ini dibanding membangun sistem kereta bawah tanah atau metro dikarena fakto biaya. Sistem bus rapid membutuhkan biaya investasi lebih murah dibanding membuat jaringan kereta bawah tanah atau metro.

Guangzhou BRT

Guangzhou BRT

Selain di Jakarta, sistem bus yang menyerupai bus TransJakarta juga telah ada di berbagai daerah di Indonesia, seperti Trans Jogja, Trans Metro Bandung dan Trans Musi di Palembang

Trans Jogja

Trans Musi
Trans Metro Bandung

Itulah sekilas dari Bus Rapid Transit yang ada di berbagai deareh baik di Indonesia maupun di Mancanegara. Meskipun variasinya banyak sekali namun tujuannya tetap satu, yaitu untuk memecah kemacetan dan meningkatkan kenyamanan transportasi massal.

Updated : Berdasarkan standar ITDP, sistem Bus Rapid Transit haruslah memiliki jalur khusus untuk melintas dan BRT di daerah - daerah tidak memiliki ini, jadi untuk sistem bus di daerah tidak bisa disebut Bus Rapid Transit.

Apa itu Mass Rapid Transit atau MRT ??

Mass Rapid Transit atau MRT, pasti pernah dengar singkatan satu ini. Istilah ini memang sedang populer di Indonesia, teutama di daerah Jakarta dan sekitarnya. Pemerintah sedang berusaha membangun jaringan MRT yang diharapkan bisa memecah persoalan kemacetan di Jakarta dan sekitarnya yang makin parah. Namun apakah masyarakat sudah paham apa itu Mass Rapid Transit atau MRT ??


Peta Jaringan MRT Jakarta
Berdasarkan website MRT Jakarta, yang dimaksud MRT adalah singkatan dari Mass Rapid Transit yang secara harafiah berarti angkutan yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara cepat. Beberapa bentuk dari MRT antara lain:

• Berdasarkan jenis fisik : BRT (Bus Rapid Transit) satu sistem bus cepat seperti bus Transjakarta, Light Rail Transit (LRT) yaitu kereta api rel listrik yang dioperasikan menggunakan kereta (gerbong) pendek seperti monorel dan Heavy Rail Transit yang memiliki kapasitas besar seperti KRL Commuter Line Jabodetabek yang ada saat ini.

• Berdasarkan Area Pelayanan : Metro yaitu Heavy Rail Transit dalam kota dan Commuter Rail yang merupakan jenis MRT untuk mengangkut penumpang dari daerah pinggir kota ke dalam kota dan mengantarkannya kembali ke daerah penyangga (sub-urban).

Bus Rapid Transit

Heavy Rail Transit atau KRL
Nah jika demikian pengertiannya, maka KRL Commuter Line dan Bus Transjakarta adalah bagian dari MRT juga. Berarti sebenarnya kita sudah punya sistem MRT sedari dulu. Pemberitaan media massa kadang tidak memberikan informasi yang tepat mengenai MRT ini, sehingga masyarakat dibuat salah kaprah dalam memahaminya. ( Silahkan kunjungi Mengenal Bus Rapid Transit )

Lalu apa beda monorel dengan MRT ? Nah merujuk pada pengertian dari website MRT Jakarta di atas, monorel termasuk MRT juga. Namun berbeda dengan KRL Commuter Line yang menggunakan rel ganda, monorel hanya menggunakan satu rel saja atau rel tunggal dan dioperasikan di jembatan layang. Instalasi monorel di Indonesia bisa dilihat di Taman Mini Indonesia Indah. ( Silahkan kunjungi  Mengenal KRL Commuter Line )


Contoh Monorel


Lalu apa bedanya subway dengan KRL Commuter Line ? Merujuk pula pada pengertian dari website MRT Jakarta, subway atau dalam bahasa internasionalnya disebut " Metro " adalah sistem heavy rail transit yang melayani perjalanan di dalam kota saja, sedangkan KRL Commuter Line adalah sistem heavy rail transit yang melayani perjalanan dari pinggir kota ke dalam kota dan mengantarkannya kembali ke daerah penyangga / pinggir kota.



Contoh subway

Pembangunan jenis MRT yang baru ini diharapkan bisa menjadi solusi atas masalah kemacetan yang makin parah di daerah Jakarta dan Jabodetabek. Beberapa kota di Indonesia juga mulai membangun MRT jenis LRT sebagai solusi transportasi di dalam kota, antara lain Palembang, Bandung dan Makassar. ( Silahkan berkunjung ke Mengenal LRT )

Rencana Jaringan LRT Dalam Kota Jakarta